Official K2N II logo

Inilah acara yang di nanti-nanti oleh saya di Bandung sebuah acara yang menggabungkan 2 negara dengan bergowes keliling bandung.

K2N acara bersepeda dengan sepeda Baheula atau sepeda kuno dan jadul antara 2 negara Indonesia dan Malaysia.

Acara K2N yang ke 2 ini terlaksana di kota Bandung yang sebelumnya acara K2N ini terlaksana di Malaysia.

Ok sekarang selamat menikmati hasil jepretan kamera saya di acara K2N Ke 2 di Bandung.

Kostum-kostum Pejuang Indonesia

Baca entri selengkapnya »

Iklan

Tidak terasa sejak di adakannya Konferensi Asia Afrika 55 Tahun yang lalu, lebih dari 36 Negara memproklamirkan kemerdekaannya, dan sangat bermaknanya bagi bangsa-bangsa yang tertindas oleh penjajahan bangsa Eropa yang terkenal maju dalam perkembangan jaman.

Replika Patung Bung Karno

Rasa rindu akan kota tua berkembang dengan adanya foto-foto jadul suasana tempo dulu di Musium Asia Afrika di Bandung, di tambah alat-alat yang di gunakan untuk keperluan meliput suasana Konferensi Asia Afrika di Bandung oleh wartawan lokal maupun International antara lain mesin tik 1955, kamera dan lain-lain. Baca entri selengkapnya »

Tangkuban Parahu

Titik peluh keringat menetes dari setiap insan yang melewati jalan rayamu yang mulai kusam dan berlubang…

Hilang angin semilirmu seakan senyap terbawa modernisasi dirimu…

55 Tahun perayaan KTT Asia Afrika di tanahmu, membawa tangan2 kecil bertepuk riang di depan aulamu yang masih megah….

Bersimpuh lesuh dengan tangan mengadah para pencari kehidupan di kotamu…

Berbaris sabar besi-besi yang mencemarkan udara dan menghabiskan minyak bumimu…

Teringat beberapa tahun yang lalu saat menuju surgamu kawah putih ciwidey, melewati rerimbunan perkebunan tehmu…

seakan hilang dari pandangan lenyap terbawa tanah teruruk keserakahan manuasia…

Semoga impian mu tercapai dengan hadirnya tangan-tangan malaikat kecil menghijaukan tanahmu…

Hilangnya danau-danaumu tergantikan bangunan besar bertulang beton dengan angkuhnya berdiri…

Ya tuhan berikannya kekuatan untuk selalu menjadi yang lebih baik untuk diri saya sendiri dan untuk orang lain….

Dio prasetyo – 23 April 2010

Berjalan diiringi gesekan samar-samar sepatunya, dengan wajah lesu tak berseri.

menyusuri lika liku kotamu, yang sekarang diam membisu di manakah kisah kejayaanmu tempo dulu bernaung emas si daun hijau teh kota periangan. Lesu lusuh senyap dan sepi di samping-samping dinding tuamu…

Jalan Braga Tahun 1937

Jalan Braga Tahun 1937

Akan kah indahnya kota ini bertahan hingga akhir hayatku, akan kah anak cucu ku dapat menikmati sejuk angin semilir mu… ku memohon dengan doa dengan diiringi rintik tangis membasahi pipi, aku berjanji menjaga negara ini bersama mu dengan ratusan peluru yang engkau perjuangkan dulu wahai pejuang kota tua…

Berjalan perlahan menatap lalu lalang yg semakin sesak, penuh dengan belukar rimba kendaraan yang memakan minyak bumimu…

Izinkan aku mencari seonggok emasmu yang telah lama menghilang di telan saudagar-saudagar Belanda…

Untuk menghidupi kehidupan duniawi, bersamamu wahai kota yang di penuhi beribu warna…

Dio Prasetyo – 6 October 2009

Umurmu tidak semuda penampilanmu, berubah seiring musim hujan yang menghampirimu… Berjalan seakan kuterbawa suasanamu, terhanyut riang seindah bangunan-bangunan yang berdiri tegak tanpa penopang… Menahan gejolak tangan-tangan mungil yang ingin melukis ditembokmu, menahan tangis… berduka apa yang telah terjadi dan pasrah bila mesin-mesin mengaung keras merobohkan tubuhmu… kisahmu tidak akan berakhir disini tanpa tertinggal sedikitpun, kulit dindingmu yang mengelupas dan berlubang menjadi sebuah saksi hidupmu… Pintu indahmu kelihatan rapuh walau terkadang terlihat begitu mempesona, bayanganmu meneduhkan hati setiap insan yang lalu lalang disampingmu… Hidup tidak selamanya indah, itu kata-kata yang sering digunakan oleh sebagian orang untuk mengenal dirimu… Seakan keelokanmu tergantikan oleh bangunan-bangunan baru yang menjulang tinggi melebihi tubuhmu, bayanganmu tergantikan keelokanmu pun seakan sirna hanyut hilang tanpa bekas sedikitpun… Peluh yang kau korbankan untuk membuat kotamu terpandang, terkenal hanya menjadi angin lalu kini kotamu terlampau maju… Tidak sedikit telah merengut bagian tubuhmu, maafkan aku yang hanya bisa berkata didalam hati saja… Seiring kata yang terucap, teringat pesan yang tidak akan hilang… Berjuanglah wahai engkau Kota Tua, yang tidak akan pernah luput dari pandangan… Berdirilah tegap seakan kau akan menjadi saksi bisu kota ini…

Dio Prasetyo

Pernahku berjuang mengikuti langkahmu, melalui serangkaian kisah yang telah terlewati…

Bandung Tempo Dulu

Bandung Tempo Dulu

Aku tidak mampu menggapai apa yang telah kau capai, kuingin bersenandung riang denganmu… Berjuta cerita yang telah kau buat, berjalan perlahan tapi menghilang… adakah seseorang yang mampu mengingat… Atau kah hanya tinggal sebuah kenangan yang tertulis dimonumenmu, terpaku sepi terlewati tanpa lirih… Izinkan aku selalu dekat denganmu walau hanya sebuah goresan pena, merasuk sukma tersayat dijiwa… Ku berjalan menuju kotamu yang penuh dengan kisah pilu dimasa lalu, iringi aku mejalani lika-liku kotamu… Seakan pasti aku kembali ke PARIJ VAN JAVA…

Dio Prasetyo

Perasaan yang tidak mungkin hilang dari sebuah angan, berwujud kelam tapi benderang bertautan indah selalu

Jalan Braga

Jalan Braga Bandung

terngiang. Ku yakin hati telah menjelma menjadi cintanya, bersatu menyatu seakan tidak ingin melepaskan pandangan. seuntai kisah yang telah terjadi didalam kehidupan, terlukis jelas didalam sebuah lamunan…

Himpunan kisah yang kudapat susah untuk diuraikan menjadi kata-kata yang indah, seolah hati tetap berada disana dan tidak ingin meninggalkanmu. Penunjuk jalanmu telah kembali menjadi abu, bertaburan tidak menentu mencari jati diriku yang selalu merindu. Angin pengunungan menyejukan hati, senantiasa selalu memangku diri untuk selalu ada disini…

Dio Prasetyo

KOTA BANDUNG

Bandung

Bandung

Di mana semua orang pernah mengucapkannya…

selalu terngiang disaat kita mengagumi keindahan yang terpancar dari aura keelokan kota Bandung,di satu sisi terdapat kisah yang tak akan pernah hilang dari sebuah kiasan…

panorama yang dikuatkan dengan bangunan kota tua yang pernah menjadi sebuah ikon dizamannya,yang mungkin akan menjadi sebuah kenangan yang akan terlupakan…

Rintik air hujan membangkitkan selera bagi para pencinta makanan…

Terhanyut dalam suatu perasaan dimana terpampang luas imajinasi untuk selalu berada di tempat ini…

Dio Prasetyo

“Dia-lah Allah, yang menjadikan segala yang ada di bumi untuk kamu dan Dia berkehendak menuju langit, lalu dijadikan-Nya tujuh langit. Dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu.” (Al Qur’an, 2:29)

Anda Pengunjung ke :

  • 2,096 Visitors

Visit Indonesia 2008

visit-indonesia-2008

Kalender

Oktober 2017
S S R K J S M
« Jul    
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031  

Kategori